0561-574251 | cs@o-degree.com

PEDULI PARABEN

Produk-produk perawatan tubuh seperti sampo, conditioner, pasta gigi, bedak, losion, krim dan lulur perawatann kulit adalah bagian dari kebutuhan sehari-hari yang tidak terpisahkan dari gaya hidup modern. Mereka memiliki banyak manfaat untuk memperindah, meremajakan dan bahkan menyehatkan rambut dan kulit. Namun, sebagian produk tersebut mungkin mengandung bahan -bahan berbahaya. Paraben adalah salah satunya.
 
Apakah paraben?
Paraben bukan nama suatu zat, tetapi golongan zat pengawet sintetis yang ditambahkan ke produk untuk memperpanjang umur simpan. Mereka digunakan tidak hanya di produk kosmetik tetapi juga dalam makanan, deterjen, lem, obat dll. Paraben yang umum dalam kosmetik adalah butylparaben, methylparaben, propylparaben, Isobutylparaben dan Isopropyparaben. Karena murah dan efektif, paraben digunakan secara luas oleh produsen kosmetika besar maupun kecil. Hasil analisa label oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berama Organisasi Konsumen Korea pada Maret 2010 menunjukkkan bahwa dari 36 produk kosmetik yang diteliti, 11 diantaranya mengandung paraben. Produk-produk tersebut mencakup merek-merek terkenal yang beredar di Indonesia.
 
Bahaya Paraben
Paraben memiliki sifat yang mirip dengan hormon estrogen. Terlalu banyak estrogen dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan mempercepat perkembangannya. Hasil penelitian terbaru oleh tim dari Universitas Reading yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Toxicology (Januari 2012) menyebutkan bahwa dari 160 sampel jaringan tumor payudara yang diangkat dalam operasi masektomi pada 40 wanita, 99% mengandung oaraben (158 sampel) dan 60% (96 ampel) diantaranya mengadung kelima jenis paraben. Apakah paraben menjadi sebab wanita itu menderita kanker payudara? Tidak ada yang tahu. Penelitian lebih lanjut tentang hal ini masih diperlukan.
 
Hasil penelitian oleh Kyoto Prefectural University of Medicine menyebutkan bahwa tidak semua paraben sama. Beberapa jenis paraben aman, jenis lainnya dapat bermutasi menjadi racun berbahaya bila tetrpapar sinar matahari. Kebanyakan produk kosmetik mengandung lebih dari satu jenis paraben.
 
Menurut peraturan BPOM, paraben adalah bahan pengawet jenis ester (p-hydroxybenzoic acid) yang diperkenankan dengan kadar maksimum 0,4% untuk ester tunggal serta 0,8% untuk ester campuran (Peraturan Kepala BPOM No:HK00.05.42.1018). Karena terdapat pada banyak produk, tanpa disadari ita mungkin memasukkannya pada tubuh melebihi batas yang disarankan. Kita mungkin memakai produk-produk yang berbeda yang mengandung paraben beberapa kali sehari. Penggunaan jangka panjang pada ahirnya dapat merugikan kesehatan kita.
 
Sejak tahun 2004, para peneliti menyarankan untuk menghindari paraben. Namun sebagian besar perusahaan kosmetik tetap menggunakannya dengan alasan bahwa pemakaiannya hanya dalam jumlah kecil. Namun mereka tidak menyebutkan bahwa paraben dari semua produk kosmetik dapat berakumulasi hari demi hari. Belum ada penelitian tentang hal ini sehingga akibat dari akumulasi itu tidak ada yang tahu.
 
Alternatif
Paraben dalam kosmetik berfungsi sebagai pengawet. Banyak produk alami yang tidak menggunakan paraben. Meskipun memiliki umur simpan lebih pendek dan lebih rentan terhadap pembusukan, produk-produk itu lebih aman. Beberapa produk menambahkn alkohol sebagai pengawet. Namun, alkohol memiliki efek merusak kulit dan rambut, sehingga tidak disarankan. Selain itu, alkohol juga dihindari dengan alasan tidak halal.
 
Ada sejumlah senyawa kimia lain yang dikenal memiliki efek yang sama dengan paraben. Masalahnya adalah mereka belum biasa digunakan, sedangkan paraben sudak dipakai sejak 1950-an. Masih terlalu sedikit yang diketahui tentang keamanan dari zat-zat itu sehingga tidak dapat dipastikan apakah lebih aman dari paraben.
 
 
Referensi lebih lanjut klik link dibawah ini: 
  1. ylki.or.id/2011/06/paraben-dalam-produk-perawatan-kulit/
  2. onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jat.1786/abstract;jsessionid=D715345619D8FCC958CF30A4C10424A3.d01t04

 

Share this: